
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar kuliah tamu pada Senin, 2 Maret 2026 di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6, dengan menghadirkan tiga akademisi dari Jepang. Salah satunya adalah Dr. Nabeshima Tomoyuki dari Yamagata University, yang memaparkan riset tentang interaksi virus tanaman dengan sayuran, khususnya terkait masalah serius yang dihadapi petani lokal.

Dalam wawancaranya, Dr. Nabeshima menjelaskan bahwa fokus penelitiannya adalah Gemini virus pada cabai di Asia Timur. “Saya datang ke sini karena proyek penelitian Gemini virus pada cabai. Kami berusaha menyelesaikan masalah ini dengan pendekatan genetik dan studi patogen tanaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan serius akibat cuticle cracking (retak kutikula) pada buah tomat dan cabai menjadi tantangan nyata bagi petani. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga berdampak pada nilai ekonomi produk hortikultura. “Saat ini saya sedang meneliti aspek budidaya untuk mendefinisikan penyebab masalah ini secara lebih rinci. Ke depan, tujuan saya adalah mengembangkan metode manajemen yang praktis dan dapat diterapkan langsung oleh petani,” jelasnya.
Kuliah tamu ini menjadi wadah penting bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara. Riset yang dilakukan Dr. Nabeshima memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM
