
Ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang digelar pada 24 Juni 2026 kembali menjadi panggung penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Kompetisi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di DIY ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan karakter generasi muda melalui seni.

Dalam cabang Desain Poster, Cantik Djatoek Fadillah, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2025, Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih Juara III. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat berkarya mampu menghasilkan capaian yang membanggakan, sekalipun di tengah persaingan yang ketat.

Cantik berbagi refleksi atas pengalaman berharga tersebut. “PEKSIMIPROV DIY menjadi pijakan berharga bagiku untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada. Meski target awal adalah melangkah ke panggung nasional, berdiri di ajang ini sebagai juara menyadarkanku betapa bernilainya setiap proses dan pencapaian yang telah diraih. Mengingat lamanya persiapan, bimbingan secara berkala, serta perjuangan membagi waktu antara kuliah dan latihan, aku sangat bersyukur. Terlebih, kompetisi ini mempertemukanku dengan orang-orang hebat yang luar biasa berbakat. PEKSIMIPROV DIY memang telah usai, namun ruang tumbuh untuk diriku masih menjadi bagian dari cerita terbaik dalam proses membawa nama baik Universitas Gadjah Mada,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar raihan juara, pencapaian ini mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Partisipasi mahasiswa dalam ajang ini memperkuat reputasi UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkiprah dalam ranah kreatif, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas kontribusi sosial.
Prestasi Cantik juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pembelajaran yang holistik di luar ruang kelas. Keberhasilan Cantik sebagai mahasiswa perempuan dalam meraih prestasi di tingkat provinsi juga mencerminkan semangat SDG 5: Kesetaraan Gender, yang mendorong kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang dan berprestasi. Kreativitas yang diwujudkan melalui desain poster sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat seni dan desain merupakan bagian dari industri kreatif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kesempatan yang setara bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkompetisi mencerminkan nilai SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Di sisi lain, seni berperan dalam memperkuat identitas budaya, ekspresi masyarakat, dan kehidupan komunitas sehingga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Tidak kalah penting, penyelenggaraan PEKSIMIPROV yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarinstitusi dalam mengembangkan potensi generasi muda.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Cantik Djatoek Fadillah