
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Bimbingan Teknis Demonstrasi Plot (Demplot) teknologi budidaya padi Gamagora 7 yang dilaksanakan di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, 3 Februari 2026.
Gamagora 7, atau Gadjah Mada Gogo Rancah 7 dikenal sebagai varietas padi yang toleran terhadap kondisi kekeringan. Selain itu, Gamagora 7 juga dikembangkan sebagai varietas padi bernilai gizi tinggi, dengan karakter beras pulen yang kaya zat besi (Fe) dan seng (Zn). Keunggulan tersebut menjadikan Gamagora 7 sebagai salah satu inovasi strategis dalam mendukung penyediaan pangan bergizi serta upaya penurunan angka stunting di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tim akademisi Faperta UGM, antara lain Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P., Dody Kastono, S.P., M.P., Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., Adji Baskoro Dwi Nugroho, S.P., Ph.D., Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M. Biotech., Ph.D., serta Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc.. Kehadiran Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro turut menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan petani dalam mengembangkan inovasi pertanian.
Program demplot Gamagora 7 telah berjalan sejak Oktober 2025 di lima kecamatan, yakni Kalitidu, Ngasem, Dander, Sugihwaras, dan Kepohbaru. Rangkaian kegiatan meliputi survei lapangan, bimbingan teknis, serta pendampingan intensif hingga masa panen pada Februari 2026. Materi bimbingan teknis menitikberatkan pada penerapan paket teknologi budidaya padi, khususnya pemanfaatan agens hayati berupa pupuk berbasis Bacillus dan biopestisida sebagai solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Petani di Kabupaten Bojonegoro menyambut positif penerapan teknologi Gamagora 7. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif petani dalam kegiatan bimbingan teknis serta kepuasan terhadap hasil panen yang diperoleh. Bahkan, sejumlah petani telah melakukan pemesanan benih secara mandiri. Hingga saat ini, sebanyak 400 kilogram benih Gamagora 7 telah terdistribusi untuk mendukung musim tanam berikutnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani