• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • page. 3
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkenalkan Integrasi Pertanian Vertikultur dan Pengolahan Sampah Dalam Satu Instalasi Vertikultur di Borobudur.

berita Thursday, 21 August 2025

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Leksana Borobudur 2025 Periode II yang berlangsung pada 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Pada periode ini, Tim KKN-PPM Leksana Borobudur mengusung sejumlah program kerja dengan tema pemberdayaan UMKM dan Pariwisata. Adapun cabang dari program kerja tersebut turut memberdayakan aspek pertanian dan lingkungan demi mewujudkan lingkungan desa pariwisata yang lestari. Salah satu program utama berupa sosialisasi Integrasi Metode Komposting dengan Sistem Pertanian Vertikultur Tanaman untuk pengolahan Sampah Organik.

Program ini merupakan program kerja interdisipliner yang diusung oleh tiga mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, yaitu  Rifqi Dwi Susanti (Agronomi, 2022), Aulia Safitri (Teknik Infrastruktur Lingkungan, 2022), dan Muhammad Rifqi (Teknik Sipil, 2022) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM). Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan teknik budidaya vertikultur sebagai metode pertanian yang hemat lahan, ramah lingkungan, serta memiliki nilai estetika untuk mendukung inisiasi agrowisata di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur. Harapannya, pemahaman mengenai integrasi antara komposting dan vertikultur dapat mendorong warga menerapkan metode tersebut dan menambah daya tarik agrowisata ata wisata adiwiyata di Desa Wanurejo, khususnya di Dusun Gedongan.

Kegiatan Sosialisasi ini telah dilaksanakan pada Minggu, 13 Juli 2025 bertempat di Omah Kebon, Dusun Gedongan, Desa Wanurejo. Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh warga Dusun Gedongan dari kalangan petani, ibu rumah tangga, maupun warga masyarakat secara umum. Kegiatan dimulai dengan penjelasan metode pembuatan kompos (komposting) oleh Mahasiswa Teknik Infrastruktur Lingkungan, 2022, Aulia Safitri. Tim mencoba mengubah persepsi atau anggapan di masyarakat bahwa membuat pupuk kompos masih menjadi hal yang rumit dan perlu tenaga ekstra. Tim memsosialisasikan metode sederhana dalam pengolahan sampah domestik dengan membuat lubang biopori di pekarangan rumah, menumpuk sampah coklat (daun kering) dan sampah hijau (sayuran sisa dapur) menggunakan botol/galon bekas, serta mensosialisasikan tata cara pemanenannya.

Selanjutnya, tim KKN mulai memperkenalkan metode pertanian vertikultur oleh Mahasiswa Agronomi, 2022, Rifqi Dwi Susanti. Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan teknik penyusunan instalasi vertikultur, penggunaan media tanam alternatif, serta pemilihan komoditas hortikultura yang sesuai seperti sayuran daun dan tanaman hias konsumtif. Rifqi turut mendemokan penggunaan instalasi vertikultur yang dimaksud, yang dibuat dengan memanfaatkan ember bekas cat dan pipa PVC. Ember cat ditumpuk hingga 3 tingkatan sebagai tempat menanam yang akan diisi oleh benih dan media tanam. Bagian tengah setiap ember dilubangi sebesar diameter pipa PVC agar pipa PVC dapat terhububung kesetiap ember. Fungsi dari popa PVC sebagai tempat komposting yang didesain memiliki lubang-lubang kecil agar dapat menyalurkan kompos ke dalam media tanam. sementara mahasiswa dari Teknik Sipil, 2022, Muhammad Rifqi turut memperkenalkan tata cara pembuatan alat instalasi dengan menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, serta estimasi waktu pembuatan instalasi tersebut.

Program sosialisasi dan demo instalasi vertikultur ini disambut dengan penuh antusias oleh warga. “Kami sangat senang dikenalkan cara menanam vertikultur karena bisa dilakukan di pekarangan rumah yang terbatas,” ujar Bapak Surowo, salah satu peserta. Warga yang sebelumnya belum mengetahui adanya sistem integrasi antara vertikultur dan kompos mulai aktif bertanya dalam sesi diskusi. Salah satu peserta menanyakan tata cara memanen kompos dalam model instalasi tersebut, kemudian dijawab oleh Rifqi “Cara memanen komposnya ada 2 cara, Bapak-Ibu. Bisa dari atas dengan membuka tutup pipa PVC, maupun dari bawah dengan sedikit mengangkat ember vertikulturnya”.

Diharapkan, melalui program ini, masyarakat Dusun Gedongan dapat mengembangkan teknik vertikultur secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung tercapainya beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8:Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

 

Penulis: Rifqi Dwi Susanti
Editor: Desi Utami

 

Inovasi Pertanian dari Desa: KKN UGM Moro Donorojo Dorong Transformasi Ekonomi Gedompol

berita Thursday, 21 August 2025

Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Dusun Cabe, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, menghadirkan berbagai inovasi pertanian berbasis potensi lokal. Di bawah bimbingan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa Tim KKN-PPM UGM Moro Donorjo mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Sinergi Mata Pencaharian Lokal oleh Masyarakat dan BUMDes demi Membangun Ekowisata”.

Fahreza Reybima Daffa, mahasiswa program studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM merancang sejumlah kegiatan pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan petani di Dusun Cabe. Ia menggagas edukasi dan pelatihan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk membantu petani menentukan dosis pupuk secara tepat, memperkenalkan inovasi pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit singkong sebagai solusi pemanfaatan hasil samping pertanian, serta menginisiasi pembuatan pestisida nabati berbahan daun pepaya guna mengendalikan hama pada tanaman kacang tanah. Rangkaian pelatihan tersebut dilaksanakan pada 24 dan 29 Juli 2025, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Melalui program-program ini, Fahreza berharap petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga semakin mandiri dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Namun, pelaksanaan program tidak terlepas dari tantangan. Kendala utama yang dihadapi tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo adalah keterbatasan jaringan telekomunikasi yang menyulitkan komunikasi dan penyebaran informasi melalui media digital. Selain itu, jarak desa yang cukup jauh dari pasar membuat ketersediaan bahan baku tidak selalu terjamin. Infrastruktur penerangan jalan yang masih minim juga menjadi hambatan bagi pelaksanaan kegiatan malam hari.

Meski demikian, program-program yang dijalankan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman saat sosialisasi berlangsung. Potensi lokal seperti kulit singkong dan daun pepaya yang mudah dijumpai di Gedompol menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan perangkat desa turut memperlancar kegiatan dengan menyediakan fasilitas serta menciptakan suasana kondusif.

Sebagai penutup, Fahreza menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program yang telah dijalankan. “Ke depan, kami berharap perangkat desa, kelompok tani, dan lembaga penyuluhan pertanian dapat terus melanjutkan serta mengembangkan program yang telah dirintis. Pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan, terutama dalam pemanfaatan hasil uji tanah sebagai dasar pemupukan, serta keberlanjutan inovasi POC kulit singkong dan pestisida nabati daun pepaya. Dengan sinergi yang kuat, Desa Gedompol berpotensi menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis inovasi lokal yang mendukung ekowisata dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Program KKN ini tidak hanya menghadirkan inovasi pertanian, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Darat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Fahreza Reybima Daffa, Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo 2025

Mahasiswa KKN UGM Bakam Bercerita Hadirkan Inovasi Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kemandirian Desa

berita Wednesday, 20 August 2025

Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta UGM) dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM) berperan aktif dalam mendorong kemandirian Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II 2025 yang berlangsung selama 50 hari, tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang dibimbing langsung oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan inovasi pangan, pertanian, dan perikanan berbasis potensi lokal.

Koordinator klaster agro, Ahmad Abdurrohman, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan sesuai kebutuhan warga. “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Abdur.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan sistem aquaponik, yang dijalankan oleh Cantika Adhelia dari Departemen Perikanan Faperta UGM dan Najma Inayati Hazima dari FTP UGM. Dalam ember berkapasitas 80 liter, ikan lele dibudidayakan di bagian bawah, sementara tanaman seperti kangkung tumbuh di bagian atas dengan memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dan berhasil membuat warga terkesan serta menambah wawasan baru. “Belum pernah terpikirkan menggabungkan ikan dan tanaman. Ini solusi bagus untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Sultanda, salah satu peserta kegiatan.

Di Dusun Sidomulyo, inovasi hadir melalui pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Program ini merupakan sinergi antara Fuad Nur Ikhsan dari FTP UGM dan Rafida Hasna Kholidi dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta UGM. Warga dilatih mulai dari pemilihan singkong, fermentasi, penjemuran, penggilingan, hingga pengolahan MOCAF menjadi brownies yang lezat. Kepala Dusun Sidomulyo, Ibu Fernia, mengapresiasi pelatihan ini karena membuka peluang usaha baru berbasis hasil pertanian lokal.

Di bidang pertanian, tim memperkenalkan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu, yang dijalankan oleh Muhammad Adzka Mumtaz dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM. PGPR berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama. Antusiasme warga terlihat sangat besar—petani hortikultura hingga pekebun kelapa sawit aktif mengikuti praktik pembuatan. Produk PGPR kemudian dibagikan kepada warga pada Festival Bukit Layang untuk mendorong penerapan pertanian berkelanjutan.

Sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan, yang dibawakan oleh Maria Vania Lucy Nugraha dari Departemen Perikanan Faperta UGM. Peserta belajar menggiling ikan, mencampur bumbu, membentuk, hingga mengukus dimsum bergizi tinggi yang memiliki potensi dijadikan usaha rumahan. “Dimsum disukai semua kalangan usia, sehingga peluang pasarnya cukup besar,” kata Maria.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi klaster agro berhasil menggabungkan inovasi teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat desa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sektor pangan, pertanian, dan perikanan, tetapi juga membuka jalan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi klaster agro KKN-PPM UGM Bakam Bercerita dalam menerapkan ilmu dari bangku kuliah ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan warga mampu menciptakan perubahan nyata yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN Bakam Bercerita

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN Bakam Bercerita

Menuju UMKM Zero Waste di Lembar Selatan, KKN-PPM UGM Lembaran Kisah Melakukan Pengelolaan Limbah Pengolahan Rajungan dengan Memanfaatkan Cangkang menjadi Tepung.

berita Wednesday, 20 August 2025

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Lembaran Kisah 2025 Periode II melaksanakan kegiatan di Desa Lembar dan Lembar Selatan, Kec. Lembar, Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua wilayah tersebut dipilih karena lokasinya yang strategis menjadi gerbang pintu masuk Lombok serta potensi yang dimiliki sangatlah mumpuni untuk dikembangkan lebih lanjut. Samuel Kristo, mahasiswa Prodi Akuakultur Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada melaksanakan KKN-PPM di Desa Lembar Selatan dengan membawakan program Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan menjadi Tepung sebagai Bahan Pakan yang berlangsung selama masa KKN mulai tanggal 23 Juni hingga 8 Agustus 2025. Program tersebut memberikan pengetahuan mengenai produk turunan lainnya yang didapat dari rajungan serta meminimalisir adanya pembuangan limbah cangkang yang terkadang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Desa Lembar Selatan merupakan desa pesisir yang berdekatan dengan gerbang pintu masuk Pulau Lombok yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas sehingga desa tersebut memiliki kondisi geografis kawasan pesisir. Kondisi geografis tersebutlah yang membuat desa ini memiliki banyak potensi seperti kawasan mangrovenya yang luas sehingga komoditas perikanannya yang melimpah salah satunya rajungan. Rajungan di Desa Lembar Selatan diolah menjadi produk kerupuk rajungan dan daging frozen yang dikirim langsung ke pabrikan, namun dibalik pengolahan tersebut masih terdapat limbah yang tidak terolah dengan baik yaitu cangkang rajungan.

“Program yang dibawakan teman-teman KKN UGM memberikan pengetahuan baru bagi kami terutama dalam pengolahan limbah cangkang rajungan serta pemanfaatannya menjadi bahan campuran untuk pakan ayam. Harapan kami melalui program tersebut agar dapat kami kembangkan lebih lagi menjadi bahan baku pangan sehingga kami ingin tetap menjalin komunikasi selalu bersama mahasiswa UGM guna mendampingi lebih lanjut mengenai pemanfaatan tepung cangkang rajungan” ujar Husniadi Gupan yang merupakan pelaku UMKM rajungan husaeni food di Desa Lembar Selatan.

Cangkang kepiting memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, kandungan tersebut bermanfaat untuk pertumbuhan serta penguatan tulang bagi makhluk hidup sehingga pemanfaatannya memiliki potensi yang tinggi. Proses pembuatan cangkang kepiting diawali pada pencucian, pengeringan menggunakan oven, pencacahan, penghalusan, penyaringan hingga pengemasan. Pemanfaatan tersebut memberikan pengetahuan serta solusi baru bagi pelaku UMKM rajungan milik masyarakat Desa Lembar Selatan yaitu Husaeni Food dalam mengolah limbah cangkang, adanya program tersebut diharapkan menjadi inovasi baru yang dalam melakukan pengelolaan limbah sehingga terciptanya UMKM Zero Waste.

“Program ini sangat inovatif karena memanfaatkan limbah hasil pengolahan rajungan, namun dalam pengembangan nantinya perlu diteliti lebih lanjut agar pembuatannya lebih efisien dan efektif “ ujar Della selaku teman Tim KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 yang ikut andil dalam program.

Program KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 Periode II menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Harapan kami melalui program ini kiranya dapat menyelesaikan permasalahan limbah cangkang rajungan di Desa Lembar Selatan serta membuka peluang UMKM baru bagi masyarakat untuk menjadikannya sebagai produk-produk.

 

Penulis : Samuel Kristo
Editor: Desi Utami

 

 

KKN-PPM Semerbak Banyuwangi Kenalkan Pupuk Hayati Mikoriza untuk Pertanian Jagung Berkelanjutan di Desa Tegalsari, Banyuwangi

berita Thursday, 14 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Semerbak Banyuwangi sukses memperkenalkan pupuk hayati mikoriza kepada Kelompok Tani Kumojoyo di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Program kerja bertajuk Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Tanaman Jagung ini diprakarsai oleh Rr. Angelicha Larasati Chandra Diningrat, mahasiswi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022. Program dilaksanakan dari tanggal 30 Juni hingga 12 Juli 2025 sebagai bentuk respons atas keluhan petani terhadap penurunan produktivitas tanaman jagung akibat penyakit yang ditimbulkan oleh jamur patogen.

Tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi melaksanakan kegiatan sosialisasi pupuk hayati mikoriza di rumah Ketua RW 03 bertepatan dengan pertemuan rutin Kelompok Tani Kumojoyo. Dalam sesi tersebut, dijelaskan tentang simbiosis Jamur Mikoriza Arbuskular dengan tanaman jagung beserta manfaatnya dalam membantu penyerapan unsur hara, memperluas jangkauan akar, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit maupun cekaman kekeringan. Para petani yang hadir mengikuti sesi diskusi dan memperoleh pengetahuan mengenai aplikasi pupuk hayati mikoriza guna mendukung produktivitas tanaman jagung.

Salah satu petani, Pak Setiawidi, menyambut baik program ini. “Pada akhir pekan saya akan menanam jagung dan ingin mengaplikasikan langsung pupuk hayati mikoriza,” ujarnya antusias. Respon ini menunjukkan minat petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Tim membawa pupuk hayati mikoriza “Zakti” yang diproduksi oleh PT Biotek Cipta Kreasi. Petani dibimbing untuk mengaplikasikan pupuk hayati mikoriza sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan. Sebanyak 6 gram Zakti ditaburkan pada 2 kg benih jagung dan dicampur hingga merata. Petani bersama tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi kemudian menanam benih tersebut pada lahan jagung seluas 1800 m2. Tim juga menghibahkan Zakti ke petani Jagung Dusun Mojoroto. Melalui kegiatan aplikasi pupuk hayati mikoriza, diharapkan petani dapat menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan produktivitas tanaman jagung meningkat.

Di bawah bimbingan Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Program KKN-PPM “Semerbak Banyuwangi” menjadi bukti nyata dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan.

Kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi Tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi. “Senang sekali bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan. Kami dapat terjun langsung membantu petani dalam mempersiapkan benih dan menanam jagung. Sungguh pengalaman yang berharga bisa belajar dari petani dan alam Desa Tegalsari,” ungkap Angelicha, mahasiswi Fakultas Pertanian UGM.

 

Penulis: Rr. Angelicha Larasati Chandra Diningrat

Editor: Agrit Kirana Bunda

Foto: Dokumentasi Tim KKN-PPM UGM Semerbak Banyuwangi, 2025

 

 

 

Deteksi Hama Lebih Cerdas: Mahasiswa KKN UGM Faperta Implementasikan Smart Light Trap di Pejawaran, Banjarnegara

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2025 Jumantara Pejawan sukses mengimplementasikan inovasi pertanian berupa Smart Light Trap sebagai alat monitoring hama di Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja unggulan bidang pertanian yang dilaksanakan di bawah bimbingan Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan dilaksanakan oleh Nadiya Alifah Ghaisani, mahasiswa dari Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian UGM.

Program implementasi Smart Light Trap dilaksanakan pada 17 Juli 2025 yangmenjadi puncak dari rangkaian pengabdian masyarakat yang dilakukan di Pejawaran. Smart Light Trap merupakan alat perangkap hama berbasis cahaya yang dikembangkan untuk mendeteksi keberadaan serangga hama di lahan pertanian secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Alat ini dipasang langsung di salah satu lahan milik petani setempat sebagai demonstrasi lapangan.

Respons masyarakat, khususnya para petani, terhadap penerapan alat ini sangat positif. Petani pemilik lahan tempat Smart Light Trap dipasang menyambut baik dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi ini. Menurut tim, alat ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang dapat membantu petani mengetahui jenis dan jumlah hama yang menyerang tanaman mereka, sehingga pengendalian hama bisa dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN berharap masyarakat Desa Sidengok dapat menerapkan pengetahuan dan teknologi yang telah disampaikan secara berkelanjutan. Harapannya, inovasi seperti Smart Light Trap dan teknologi pertanian ramah lingkungan lainnya dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Jumantara Pejawan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan

Penulis: Nadiya Alifah Ghaisani, Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Pejawaran 2025

Manokwari Menari: Mahasiswa KKN-PPM UGM Faperta Dorong Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Timur Indonesia

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2025 Manokwari Menari berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Aipiri, Bakaro, dan Susweni yang Berkelanjutan: Optimalisasi Pengelolaan Lingkungan dalam Pengembangan Sumber Daya melalui Pendekatan Multi Helix Mengikuti Perkembangan di Tanah Papua”. Program ini berlangsung di Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat di bawah bimbingan drh. Woro Danur Wendo, M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam praktik pertanian yang berkelanjutan dan edukatif.

Veronica Sekar Mawarni Hartono P., mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian UGM, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari petani, pemerintah desa, hingga anak-anak dan remaja setempat. Tujuannya adalah mengedukasi dan memperkenalkan praktik-praktik pertanian ramah lingkungan yang relevan dan mudah diadopsi oleh masyarakat lokal.

Empat program utama dijalankan selama periode KKN berlangsung. Pertama, “Manokwari Menanam” pada 26 Juli 2025, berupa pengembangan demonstration plot sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu sistem berkelanjutan. Sistem ini diharapkan dapat mengoptimalkan lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Program kedua, “Vermigrow Manokwari”, dilaksanakan pada 10 Juli 2025, berisi pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga. Pelatihan ini menjadi solusi sederhana dan murah untuk memperbaiki kesuburan tanah secara alami.

Pada 20 Juli 2025, program ketiga bertajuk “Racik Tani Manokwari” memperkenalkan metode pembuatan biopestisida dari bahan rumah tangga. Kegiatan ini membantu petani mengenali solusi pengendalian hama yang aman dan tidak merusak lingkungan, serta mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Terakhir, program “Agro Edukasi: Tani Cilik Manokwari Berkreasi” menyasar anak-anak dan remaja yang dilaksanakan pada 31 Juli 2025. Kegiatan edukatif ini mengenalkan pertanian sejak dini melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan, mulai dari menanam, mengenal serangga, hingga simulasi kebun mini.

Meski semangat pelaksanaan tinggi, tim menghadapi beberapa tantangan seperti minimnya pengetahuan dasar masyarakat soal OPT, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan alat, bahan, dan SDM. Di sisi lain, pelaksanaan program berjalan lancar berkat dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Banyak warga, terutama petani, hadir dan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik. Bahkan, anak-anak dan remaja pun menunjukkan ketertarikan besar pada kegiatan edukatif yang diselenggarakan.

Tim berharap ilmu yang telah dibagikan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong masyarakat untuk terus berkembang dan terbuka terhadap pengetahuan baru tanpa terhambat oleh gengsi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat literasi lingkungan masyarakat Papua.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Manokwari Menari turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat.

Penulis: Veronica Sekar Mawarni Hartono P., Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Manokwari Timur 2025

Menanam Asa di Ujung Timur: Dua Mahasiswa Faperta UGM Gagas Pertanian Hijau di Desa Bambar Jayapura

berita Tuesday, 12 August 2025

Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) dari Tim Jejak Jayapura, khususnya Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Dua mahasiswa, Revina Ayu Pratiwi dan Fauzy Fatwa Haqqu Arifin, hadir di tengah masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan. Pengabdian ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., dengan mengusung tema “Mempersiapkan pengembangan potensi wilayah yang berkelanjutan melalui pembangunan sarana dan prasarana serta pendidikan yang kontekstual bagi masyarakat di Desa Bambar dan Doyo Lama, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura.”

Sejumlah program kerja pertanian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan pendekatan inovasi tepat guna. Pada Selasa 8 Juli 2205, tim memperkenalkan program Integrated Waste to Wealth yang mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan sampah organik menjadi pupuk organik cair berkualitas. Disusul Kamis 10 Juli 2025, Sistem Budidaya Ember Tumpuk turut disosialisasikan sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga. Kemudian, Minggu 13 Juli 2025, ECO-Garlic Solution diluncurkan untuk mengubah bawang putih dari bumbu dapur menjadi biopestisida ramah lingkungan.

Selain itu, pada Selasa 29 Juli 2025 dilakukan budidaya tanaman sayuran dan buah untuk mendukung peningkatan ekonomi, dan pada Sabtu 26 Juli 2025, tim membangun pertanian skala mikro di dalam greenhouse sebagai sarana edukasi pertanian. Seluruh kegiatan ini menyasar petani, warga Desa Bambar, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

“Pendekatan kami tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menciptakan kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah dan mengelola lahan. Harapannya, masyarakat bisa meneruskan program ini meski KKN sudah selesai,” ungkap Revina Ayu Pratiwi.

Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi tim adalah mengumpulkan warga, mengingat kesibukan masyarakat membuat sebagian sulit hadir. Meski demikian, antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam sosialisasi dan workshop, serta ketertarikan terhadap inovasi sederhana seperti ember tumpuk, pembuatan pupuk organik cair, biopestisida, dan pembangunan greenhouse.

Melalui program ini, tim KKN berharap masyarakat mampu mengimplementasikan teknologi tepat guna yang telah diajarkan secara mandiri, membiasakan diri mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola lahan dan greenhouse secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui peningkatan kemandirian pangan, pengelolaan limbah yang bijak, dan pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Khasanah Kartika Dewi, Revina Ayu Pratiwi
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura

Aksi Cek pH Tanah: KKN-PPM Tilik Tulakan Jadi Langkah Awal Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tilik Tulakan periode II tahun 2025 berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Tulakan dan Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Tim yang beranggotakan 29 mahasiswa ini dibimbing secara langsung oleh Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Tulakan dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan daerah. Program yang berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2025 tersebut berfokus pada respons terhadap keluhan warga mengenai menurunnya hasil pertanian akibat kondisi tanah yang kurang subur.

Menjawab permasalahan tersebut Almayra Khanza Fahrani (Mikrobiologi Pertanian 2022) bersama mahasiswa kluster agro lainnya melaksanakan kegiatan pengukuran pH tanah di sawah milik warga Dusun Gesingan, Kecamatan Tulakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman tanah yang selama ini diduga menjadi penyebab menurunnya produktivitas padi. Pengukuran dilakukan menggunakan pH meter digital dan indikator manual secara langsung di sawah petani.

“Melihat langsung kondisi sawah di Dusun Gesingan membuat kami lebih memahami tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait keasaman tanah yang berdampak pada hasil panen” ungkap Almayra, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Warga yang hadir turut mengikuti sesi diskusi hasil pengukuran dan mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pH tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah tim menganalisis di sawah dan mengecek pH tanah di beberapa titik, keadaan tanah di sawah dusun gesingan rata-rata memiliki ph 4-5 yang artinya asam. Tim juga memberikan solusi praktis, seperti pemberian kapur dolomit pada tanah yang bersifat asam, serta penambahan bahan organik untuk memperbaiki kualitas tanah.

Salah satu petani, Pak Turikin mengungkapkan keluhannya, “Tanah disini sering menyebabkan padi gagal panen, padi mengalami kopong, dan tidak panen sempurna. Sepertinya karena tidak ada perlakuan khusus yang memperhatikan kesehatan tanah.”

Tim membawa alat pH meter untuk mengecek keadaan di lapangan. Tim juga menghibahkan alat cek pH meter ke petani Dusun Gesingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami kondisi lahannya dan mulai menerapkan langkah-langkah perbaikan demi pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, anggota tim KKN Tilik Tulakan terjun langsung untuk membangun inisiasi berkelanjutan di sektor pertanian seperti pengetahuan mengenai biopestisida, pembuatan kompos, silase, serta pengenalan alat dan mesin canggih untuk petani. Dengan adanya program tersebut, Almayra dan rekan-rekannya berharap bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program KKN-PPM “Tilik Tulakan” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim , serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Almayra Khanza Fahrani

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

 

Kontribusi KKN Citta Bulukumba dalam Pengolahan Limbah Kelapa: Inovasi untuk Ekonomi Sirkular di Desa

berita Monday, 11 August 2025

Antonius Bagas Westranto, mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2022 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), bersama tim KKN-PPM “Citta Bulukumba” melaksanakan pelatihan pengolahan limbah kelapa menjadi produk turunan bernilai ekonomis berupa cocopeat dan cocofibre. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 12 Juli 2025 di Dusun Balang Pangi 1, Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Program pelatihan ini merupakan salah satu upaya tim KKN dalam menjawab tantangan lokal terkait melimpahnya limbah kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sabut kelapa, yang kerap kali dianggap sebagai limbah sisa panen dan dibakar begitu saja, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang tinggi. Dengan pengolahan sederhana, sabut kelapa dapat diubah menjadi cocopeat yang berguna sebagai media tanam ramah lingkungan, serta cocofibre yang dapat dijadikan bahan dasar produk rumah tangga seperti keset dan sapu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 warga setempat, didominasi oleh ibu rumah tangga dan pemuda lokal. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik pengolahan.

Program dibuka dengan paparan edukatif mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik dan dampaknya terhadap lingkungan, diikuti dengan sesi praktik langsung mulai dari pemisahan serat kelapa, pencacahan manual, pengayakan, hingga proses pengeringan. Tantangan utama yang dihadapi selama kegiatan adalah cuaca mendung yang memperlambat proses penjemuran cocopeat, namun hal ini dapat diatasi dengan memindahkan proses ke area teduh yang disediakan oleh pemerintah desa.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa limbah bisa menjadi sumber penghasilan tambahan apabila dikelola dengan tepat. Harapannya, ke depan warga dapat mengembangkan produk turunan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Antonius Bagas Westranto, penanggung jawab kegiatan.

Partisipasi warga pun menunjukkan antusiasme tinggi. Beberapa warga bahkan membawa sabut kelapa dari rumah untuk langsung diolah di lokasi pelatihan. Pemerintah desa memberikan dukungan penuh berupa penyediaan tempat, peralatan, serta bantuan logistik lainnya yang menunjang kelancaran kegiatan.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami. Selama ini kami hanya membuang atau membakar sabut kelapa. Sekarang kami tahu cara mengolahnya, bahkan bisa dijual,” ungkap Pak Sam, Kepala Dusun Balang Pangi 1.

Melalui pendekatan partisipatif dan demonstratif, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam membangun unit usaha mandiri berbasis limbah kelapa. Tim KKN juga membuka peluang tindak lanjut berupa pendampingan teknis dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga. Sebagai penutup, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menggerakkan potensi lokal. Tim KKN “Citta Bulukumba” berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan demi lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri.

Program ini tidak hanya fokus pada aspek edukatif dan teknis, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pelatihan ini berkaitan erat dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menciptakan peluang usaha berbasis sumber daya lokal. SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mengurangi pembakaran limbah yang dapat menghasilkan emisi karbon.

 

Penulis: Antonius Bagas Westranto

Editor: Desi Utami

Foto:

 

 

 

 

12345…10

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Tani Murni
    12/03/2026
  • Lowongan – Agro Harapan Lestari
    12/03/2026
  • Kebersamaan Hangat dalam Farewell Party Bersama Mahasiswa Yamagata University
    11/03/2026
  • Fakultas Pertanian Berpartisipasi dalam Sosialisasi Borang dan Pendampingan SCA 2026
    11/03/2026
  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju