• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • page. 3
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Faperta UGM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Xiamen University untuk Perkuat Riset Pertanian

berita Friday, 3 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi memperluas jejaring internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dengan School of International Relations/Research School for Southeast Asian Studies (RSEAS), Xiamen University, China. Penandatanganan dilakukan pada 12 Juni 2026 di Xiamen University oleh Prof. Jaka Widada, Ph.D. selaku Dekan Faperta UGM dan Prof. GAO Yanjie selaku Dekan RSEAS Xiamen University.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting setelah fondasi kemitraan kedua universitas dibangun melalui MOU sejak 2019 dan diperbarui pada 2025. Melalui MOA yang berlaku lima tahun, kedua institusi berkomitmen memperkuat riset di bidang hubungan Indonesia–China, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan sosio-ekonomi pedesaan.

Kolaborasi ini mencakup tiga dimensi utama. Pertama, pertukaran akademik, yang memfasilitasi kunjungan jangka pendek dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam seminar, kuliah umum, serta forum ilmiah internasional. Kedua, kolaborasi riset terintegrasi, berupa penelitian bersama, pengajuan pendanaan lintas negara, dan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi global. Ketiga, capacity building, melalui program pelatihan bersama bagi staf teknis dan peneliti, serta berbagi praktik terbaik untuk mendorong kemajuan sektor pertanian berkelanjutan.

Dalam dokumen perjanjian, kedua pihak menegaskan bahwa setiap aktivitas turunan, seperti proyek riset spesifik atau pemanfaatan hak kekayaan intelektual, akan diatur lebih detail melalui Implementing Agreement. Langkah ini memastikan kerja sama tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menghasilkan kontribusi nyata bagi dunia akademik dan masyarakat luas di Indonesia maupun China.

Prof. Jaka Widada menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Faperta UGM dalam meningkatkan kapabilitas akademik, memperkuat inovasi riset, dan menghadirkan solusi atas tantangan global, khususnya ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.

Kerja sama ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran akademik, kolaborasi pendidikan, dan capacity building; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan riset pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi, dan pengembangan ekonomi pedesaan berbasis ilmu pengetahuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi riset, pengembangan teknologi, dan hilirisasi inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan riset agroekosistem dan solusi pertanian berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik internasional, penelitian kolaboratif, dan kemitraan strategis.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Day 2 WorldVeg Advanced Training in Plant Health: Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menjadi tuan rumah rangkaian WorldVeg: Advanced Training in Plant Health yang memasuki hari kedua pada Selasa, 23 Juni 2026. Bertempat di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), kegiatan ini menghadirkan sesi intensif mengenai Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening yang dipandu oleh para pakar internasional.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari Dr. Stephen Othim dan Dr. Sopana Yule mengenai identifikasi hama utama pada tanaman sayuran, seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Diskusi menyoroti peran vektor serangga dalam penularan penyakit serta strategi pemantauan gejala di lapangan. Peserta kemudian mengikuti sesi praktikum identifikasi hama menggunakan mikroskop dan kaca pembesar untuk mengenali spesimen serta gejala kerusakan, sekaligus mempelajari teknik pengambilan sampel dan penggunaan alat pemantauan. Dari UGM, Dr. Prayogo Probo Asmoro turut membimbing kegiatan praktikum ini.

Selanjutnya, Dr. Othim dan Dr. Yule memperkenalkan aplikasi resistance screening dalam surveilans dan pengendalian hama terpadu. Materi ini dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Jo Chang dan Dr. Wallace Chen mengenai konsep penyaringan resistensi untuk penyakit bakteri dan jamur. Mereka menekankan prinsip inokulasi serta keterkaitan antara uji penyakit dengan pemuliaan tanaman.

Pada sesi laboratorium, peserta dilatih menyiapkan inokulum bakteri dan jamur untuk uji penyakit, termasuk protokol standar dan persiapan anthracnose assay. Prof. Ani Widiastuti (UGM) dan Dr. Chen memfasilitasi praktik inokulasi buah cabai dengan Colletotrichum spp. serta pengamatan perkembangan penyakit dan pengukuran lesi. Sementara itu, Dr. Chang memandu inokulasi tanaman dengan Ralstonia pseudosolanacearum (bacterial wilt) dan Xanthomonas spp. (bacterial spot), memperlihatkan metode infeksi serta observasi pasca inokulasi.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dalam menjaga produktivitas tanaman hortikultura; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pengurangan risiko kehilangan hasil akibat hama dan penyakit tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis praktik yang meningkatkan kompetensi peserta; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pengendalian hama terpadu dan pengembangan varietas tahan penyakit; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem budidaya terhadap tekanan biotik yang semakin dipengaruhi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tanaman.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Fakultas Pertanian UGM dan DPD RI Gelar Seminar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan Seminar dalam rangka Uji Sahih RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pada Selasa 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghimpun masukan dalam penyempurnaan regulasi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh DPD RI tersebut. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 menjadi penting untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga regenerasi petani.

“Fakultas Pertanian UGM siap memberikan kontribusi akademik dan masukan konstruktif dalam penyempurnaan regulasi yang berpihak kepada petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Jaka Widada.

Anggota Komite II DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi pertanian Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti alih fungsi lahan, kesejahteraan petani, serta pentingnya regenerasi petani muda. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan pemberdayaan petani perlu diperkuat agar sektor pertanian mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa seminar uji sahih ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPD RI melalui penyerapan aspirasi dari berbagai pihak. Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika sektor pertanian.

“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan masukan yang komprehensif sehingga RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani Indonesia,” ungkap Badikenita.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui upaya penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong kebijakan pertanian yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara DPD RI, Fakultas Pertanian UGM, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian UGM Raih Dua Penghargaan Internasional di ICEAE 2026

berita Tuesday, 23 June 2026

Mukhlis Ibrahim, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus awardee LPDP angkatan PK-225 tahun 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang internasional bergengsi The 16th International Conference on Environmental and Agricultural Engineering (ICEAE 2026) yang diselenggarakan pada 5–6 Juni 2026 di Bangkok, Thailand, bekerja sama dengan Chulalongkorn University.

Dalam forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan profesional dari 13 negara tersebut, Mukhlis meraih dua penghargaan sekaligus: Best Presentation Award dan Environmental Impact Paper Award. Capaian ini menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, serta integritas akademik yang dimiliki mahasiswa UGM dalam menghasilkan riset berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Prestasi internasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada dan dunia akademik Indonesia. Lebih dari itu, penghargaan yang diraih menunjukkan bahwa penelitian yang berfokus pada solusi lingkungan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global masa depan.

“Prestasi bukanlah tentang menjadi yang terbaik di antara banyak orang, melainkan tentang keberanian untuk terus berkembang, melampaui batas diri, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama,” ungkap Mukhlis dalam refleksinya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi besar, bekerja keras, meneliti dengan penuh dedikasi, serta berani membawa gagasan dan inovasi ke panggung internasional. Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Prestasi Mukhlis Ibrahim memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penelitian yang berfokus pada isu lingkungan dan pembangunan pertanian berkelanjutan, capaian ini mencerminkan kontribusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan inovasi, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendukung solusi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa PKP UGM Berkontribusi dalam Pelatihan Mitigasi Perubahan Iklim

berita Wednesday, 17 June 2026

Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut mengambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) melalui pendampingan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Penyuluh Pertanian Swadaya. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 April 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, serta melalui kunjungan lapangan ke Stasiun Klimatologi BMKG DIY dan Rejo Farm, Sleman.

Sebanyak lima mahasiswa PKP UGM, yaitu Adelita Regina Cahyani, Meilany Adi Susilowati, Dewi Sarah Azzahra, Virgie Salsa Dewanty Ansani, dan Afifah Sinta Hayuningrum, turut terlibat aktif dalam mendampingi jalannya pelatihan. Program yang diselenggarakan oleh UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diikuti oleh 30 penyuluh swadaya dari lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pengalaman pengabdian antara dua hingga tiga belas tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pertanian, mulai dari pergeseran musim tanam, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, hingga risiko banjir dan kekeringan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dengan beragam tugas, seperti administrasi peserta, dokumentasi, fasilitasi diskusi, pendampingan narasumber, pembawa acara, hingga evaluasi kegiatan.

Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, manajemen pelatihan, dan hubungan masyarakat. Virgie Salsa Dewanty Ansani menuturkan, “Kesempatan berbincang langsung dengan para penyuluh menjadi pengalaman yang paling berkesan. Cerita yang mereka bagikan membuka wawasan baru mengenai kondisi nyata di lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.”

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber lintas lembaga:

  • Hari pertama: kebijakan pembangunan pertanian menghadapi iklim ekstrem serta analisis proyeksi perubahan iklim oleh BMKG DIY.
  • Hari kedua: emisi gas rumah kaca, teknologi panen air, dan budidaya adaptif bersama BRMP Yogyakarta.
  • Hari ketiga: dampak perubahan iklim terhadap organisme pengganggu tanaman dan ekologi tanah oleh dosen Fakultas Pertanian UGM.
  • Hari keempat: kunjungan lapangan ke BMKG DIY dan Rejo Farm untuk mempelajari teknologi pengamatan iklim dan greenhouse.
  • Hari kelima: materi mengenai Pranata Mangsa dan dinamika kelompok oleh praktisi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah peserta telah mengimplementasikan materi pelatihan, antara lain sosialisasi prakiraan iklim BMKG untuk penentuan waktu tanam, penerapan teknologi irigasi tetes, pembuatan sumur ladang, serta produksi mikroorganisme lokal (MOL) untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Mukhlis Abdullah, penyuluh dari Kulon Progo, menyampaikan bahwa kelompok tani binaannya menyambut positif informasi yang diberikan karena menawarkan solusi praktis dalam menghadapi risiko usaha tani.

Kegiatan pendampingan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, tetapi juga memperkuat kapasitas penyuluh sebagai agen pembelajaran dan pendamping petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Afifah Sinta Hayuningrum, Adelita Regina Cahyani, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Afifah Sinta Hayuningrum dan Adelita Regina Cahyani

 

UGM Peringkat 1 Pendanaan PKM 2026, Faperta UGM Tampilkan Inovasi Lewat PKM-PM “Tumandur”

berita Monday, 25 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menduduki peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) didanai terbanyak tahun 2026. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 22 Mei 2026. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem akademik UGM terus mendorong lahirnya gagasan kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat.

Di tengah prestasi tersebut, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) turut memberi kontribusi penting melalui karya mahasiswa dalam skema PKM-PM. Salah satu judul yang berhasil menyumbang capaian UGM adalah “Tumandur: Pemberdayaan PKK Kapung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Program ini diketuai oleh Siti Nur Khasanah. Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P. sebagai Koordinator Kemahasiswaan dan PKM Centre Faperta UGM turut mendampingi mahasiswa sebagai wujud nyata peran Faperta UGM dalam menghadirkan inovasi pertanian yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Partisipasi Faperta UGM dalam PKM 2026 menunjukkan konsistensi fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata di lapangan. Melalui PKM-PM “Tumandur”, mahasiswa Faperta UGM mengangkat persoalan pengelolaan limbah organik sekaligus menawarkan pendekatan berbasis teknologi sederhana dan berkelanjutan.

Judul ini menekankan transformasi limbah organik menjadi liquid biofertilizer dengan memanfaatkan Smart Compost Vessel, sebuah gagasan yang mempertemukan teknologi, pemberdayaan keluarga, dan pertanian regeneratif. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Faperta UGM mendorong pengembangan inovasi pertanian yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga menyasar praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Kontribusi Faperta UGM melalui PKM-PM “Tumandur” sangat relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan produktivitas pertanian berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pembelajaran berbasis pemberdayaan, SDG 5: Kesetaraan Gender karena melibatkan kelompok PKK sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan transformasi limbah organik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan potensi ekonomi keluarga berbasis pertanian berkelanjutan,  SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena menumbuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam satu gerakan pemberdayaan. Dengan kontribusi tersebut, Faperta UGM kembali menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian UGM dan Pemda Lombok Timur Rintis Pembahasan Kerja Sama Strategis

beritakerjasama Friday, 22 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Delegasi Pemerintah Daerah Lombok Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur melakukan kunjungan ke UGM untuk merintis pembahasan kerja sama strategis pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM. Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh fakultas dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah penyusunan roadmap pengembangan kurma di Lombok Timur. Fakultas Pertanian UGM dipercaya untuk memotori penyusunan roadmap tersebut, dengan dukungan keilmuan, riset, dan pengalaman akademis yang dimiliki. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sekaligus mendorong pengembangan komoditas kurma sebagai bagian dari inovasi pertanian berkelanjutan.

Kerja sama ini tidak hanya relevan bagi pengembangan sektor pertanian Lombok Timur, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan dukungan akademik dari UGM, diharapkan roadmap pengembangan kurma dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM: Sinergi untuk Keanekaragaman Hayati

berita Wednesday, 20 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menyelenggarakan Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM pada Senin, 28 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dengan UGM, sekaligus wujud komitmen menjaga ekosistem daratan dan memperkaya keanekaragaman hayati perairan kampus.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T, Direktur Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr., Sc., Ph.D, perwakilan UGM Residence, pamong Kalurahan Caturtunggal, serta segenap civitas akademika Departemen Perikanan. Pembukaan acara dipandu oleh Abiyyu Dzaki Hernawan, mahasiswa Departemen Perikanan sekaligus Finalis Duta Gemarikan DIY.

Dalam sambutannya, R. Hery Sulistio Hermawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara dinas dan Fakultas Pertanian UGM. “Harapannya dapat menambah populasi ikan lokal di Lembah UGM. Kemitraan ini sangat penting dalam menjaga ekosistem daratan,” ujarnya.

Prof. Suadi turut memberikan apresiasi atas inisiatif Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. “Semoga kegiatan ini dapat menjaga keanekaragaman hayati di Lembah UGM,” ungkapnya. Sementara itu, Prof. Djumanto selaku perwakilan Fakultas Pertanian dan Departemen Perikanan menyampaikan bahwa sebanyak 7 kg benih ikan lokal ditebar pada kesempatan ini untuk memperkaya jenis ikan di perairan kampus.

Penebaran benih ikan lokal tidak hanya dilakukan di Lembah UGM, tetapi juga mencakup 13 titik di wilayah Yogyakarta dengan total sekitar 97 ribu ekor benih yang terdiri atas ikan tawes, nilem, dan wader. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya ikan lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional

info Wednesday, 13 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dengan bangga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dan warga negara asing untuk bergabung dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026. Program ini mengusung tema “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation” yang bertujuan memperkenalkan pertanian dan perikanan tropis melalui pembelajaran interaktif, pertukaran budaya, kolaborasi global, serta pengalaman lapangan langsung di Indonesia.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 6–17 Juli 2026 dengan dua pilihan format, yaitu Hybrid Program yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pengalaman lapangan di Yogyakarta, serta Fully Online Program yang memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian secara daring dari berbagai belahan dunia.

Peserta akan memperoleh wawasan baru dari akademisi dan praktisi UGM, membangun jejaring global, serta mendapatkan satu kredit akademik setara 45 jam pembelajaran dan sertifikat penyelesaian. Bagi peserta hybrid, program ini juga dilengkapi dengan field trip dan kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman belajar.

📌 Pendaftaran dibuka: 12–29 Mei 2026

🔗Link pendaftaran: ugm.id/summercourse2026fpn

📧 Informasi lebih lanjut: summercourse.faperta@ugm.ac.id

📱 WhatsApp: 0813-8670-0967

Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi internasional dan mencetak generasi baru yang adaptif serta berkontribusi nyata bagi keberlanjutan pertanian dan perikanan tropis.

Program Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026, Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan wawasan pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas generasi muda di bidang agrokompleks global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan tropis berbasis teknologi dan pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembelajaran mengenai sistem pertanian tropis yang adaptif terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan wawasan perikanan berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui edukasi tentang pengelolaan sumber daya alam tropis yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antar mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

12345…17

BERITA FAKULTAS

  • Tim KKN PPM UGM Kota Gorontalo Perkuat Pendampingan dan Budidaya Tanaman Lokal Tahunan di Lahan Marjinal 
    30/07/2026
  • RSA UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Fakultas Pertanian UGM
    30/07/2026
  • SEMNASKAN-UGM XXIII: Transformasi Blue Food untuk Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan
    30/07/2026
  • Perkuat Solusi Sampah Berkelanjutan, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Gelar Workshop dan Field Trip Internasional
    30/07/2026
  • Perkuat Daya Saing Global, Mahasiswa Faperta UGM Raih Beasiswa JASSO Student Exchange Program
    30/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju