
Setelah sesi pertama yang berfokus pada praktik langsung analisis qPCR, Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melanjutkan Gene Expression Workshop dengan Materi 2: Pengolahan Data Menggunakan Metode Livak. Sesi ini dibawakan oleh Dr. Sc. M. Idris, S.Si., M.Si., yang memberikan penjelasan mendalam mengenai prinsip dasar dan penerapan metode Livak dalam penelitian ekspresi gen.

Metode Livak, atau Double Delta Ct Method, merupakan pendekatan matematis paling umum dalam analisis qPCR. Dr. Idris menjelaskan bahwa tujuan utama metode ini adalah menentukan fold-change ekspresi gen pada sampel perlakuan dibandingkan dengan sampel kontrol. Peserta diajak memahami tahapan perhitungan mulai dari ΔCt (Normalisasi terhadap gen referensi), ΔΔCt (Perbandingan dengan kontrol), hingga Fold Change (2^-ΔΔCt) sebagai hasil akhir untuk menentukan apakah gen mengalami upregulation atau downregulation.
Selain itu, Dr. Idris menekankan pentingnya pemilihan gen referensi yang stabil serta kesesuaian efisiensi amplifikasi antara gen target dan gen referensi. Peserta juga diperkenalkan pada interpretasi hasil, di mana nilai fold change lebih dari 1 menunjukkan peningkatan ekspresi gen, sedangkan nilai kurang dari 1 menunjukkan penurunan ekspresi.

Materi ini memperkuat keterampilan analisis data peserta, melengkapi pengalaman laboratorium dari sesi sebelumnya. Dengan kombinasi praktik dan teori, workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dan peneliti dalam riset bioteknologi, sekaligus mendukung pencapaian SDGs, yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM