
Kehadiran Khaerul Fahmi, Direktur Yayasan Wakai Farm sekaligus CEO & Founder Wakai farm.my di Jepang, memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Pengabdian Internasional yang digagas Prodi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM dan Prodi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Pascasarjana UGM di Demplot PT. Petani Milenial Sleman, Rabu (22/7).
Dalam sesi paparannya, Khaerul Fahmi membagikan rekam jejak pengalamannya mengelola pertanian sayur Asia di Jepang hingga meraih sertifikasi kompetensi resmi dari Kementerian Pertanian Jepang dan menjadi Brand Ambassador Kota Fukuyama, Hiroshima. Ia menekankan pentingnya membangun sistem pertanian yang tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga menjunjung prinsip inklusivitas, keadilan, serta keberlanjutan lingkungan.

Dalam paparannya, disampaikan juga bahwa prinsip pertanian yang adil dan berkelanjutan sangat penting ditekankan. Prinsip adil ini diimplementasikan melalui kolaborasi dengan masyarakat disabilitas yang dipekerjakan dan mendapat wadah berkarya. Sementara itu, prinsip berkelanjutan diimplementasikan melalui penekanan SOP penggunaan pupuk dan pestisida yang ketat oleh pemerintah dan diimplementasikan oleh Wakai Farm.
Kegiatan ini menjadi pemantik diskusi hangat bagi para mahasiswa dan petani milenial Sleman. Pengalaman praktis Khaerul Fahmi menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk berkembang di sektor agribisnis global dengan tetap membawa misi sosial dan keberlanjutan.
Kegiatan ini secara spesifik menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diseminasi inovasi budidaya pertanian Wakai Farm yang mendukung produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas generasi muda di sektor agribisnis global serta penerapan praktik ketenagakerjaan yang inklusif, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan masyarakat disabilitas dalam kegiatan pertanian produktif, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan dengan penggunaan pupuk dan pestisida sesuai standar operasional yang ketat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Lentera DESA