
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dan PT Inamas Sintesis Teknologi (INASTEK) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan promosi hilirisasi produk-produk inovatif di bidang agroteknologi pada Senin, 2 Februari 2026, di Yogyakarta. Dalam perjanjian tersebut, Faperta UGM diwakili oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., sementara PT INASTEK diwakili oleh Direktur Utama, Yosef Adhitya Duta Dewangga. Kerja sama ini berfokus pada dua ruang lingkup utama, yaitu riset dan pengembangan di bidang agroteknologi serta promosi hilirisasi produk-produk inovatif yang dihasilkan melalui kolaborasi para pihak.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PT INASTEK akan menyediakan sumber daya manusia dari kalangan praktisi dan tenaga terampil, serta memanfaatkan jejaring industri yang dimiliki untuk memperkuat pelaksanaan riset dan promosi hilirisasi inovasi agroteknologi. Keterlibatan praktisi diharapkan dapat memberikan perspektif pasar, pemahaman terhadap standar industri, serta informasi mengenai kebutuhan teknologi terkini, sehingga arah riset menjadi lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan pengguna akhir. Selain itu, jejaring industri yang dimiliki PT INASTEK dapat dimanfaatkan sebagai kanal untuk uji pasar, pemetaan mitra distribusi, dan penguatan ekosistem bisnis atas produk-produk inovatif yang dihasilkan. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjembatani kesenjangan antara hasil riset di laboratorium dengan kebutuhan sektor pertanian dan agroindustri di lapangan.
Dengan adanya kolaborasi ini, Faperta UGM diharapkan semakin memperkuat posisi sebagai fakultas yang unggul dalam riset dan hilirisasi inovasi pertanian, sekaligus mempercepat penerapan hasil riset ke masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Reputasi Faperta UGM sebagai rujukan nasional dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian akan semakin kokoh melalui karya inovatif yang tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga berwujud produk, model, maupun teknologi yang digunakan oleh petani, UMKM, dan industri.
Melalui skema kerjasama ini turut menujukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan SDGs, antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani