
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus memperkuat jejaring internasionalnya melalui inisiasi kerja sama pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) yang berfokus pada isu perubahan iklim global. Pada Selasa, 3 Februari 2026, Faperta UGM menerima kunjungan resmi dari delegasi Ibaraki University, Jepang, yang diwakili oleh Prof. Makoto Tamura, Ph.D. dan Masaki SEO, Ph.D. Pertemuan strategis ini membahas potensi integrasi keahlian akademik kedua institusi ke dalam platform pembelajaran digital yang dapat diakses secara luas, guna merespons tantangan iklim yang semakin mendesak bagi sektor pertanian di tingkat global.
Pengembangan MOOC ini dirancang untuk menjadi jembatan pengetahuan bagi mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum dalam memahami dinamika mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar pertukaran materi akademik, tetapi juga upaya menyatukan data riset lintas negara untuk menciptakan solusi inovatif dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran daring, kedua universitas berharap dapat memperluas literasi perubahan iklim berbasis riset terkini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan melampaui ruang kelas konvensional.
Melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas tinggi mengenai krisis iklim, Faperta UGM berperan aktif dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kurikulum yang disusun nantinya akan mengedepankan praktik pertanian berkelanjutan yang mampu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah cuaca ekstrem.
Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen Faperta UGM dalam mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani