
Hari keempat pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Kamis, 25 Juni 2026, berfokus pada tema Breeding & Marker-Assisted Selection (MAS). Sesi ini menegaskan peran penting diagnostik penyakit dalam mendukung pengambilan keputusan pemuliaan tanaman tahan penyakit, khususnya pada komoditas cabai.
Materi diawali dengan kuliah dari Dr. Derek Barchenger (WorldVeg) mengenai keterkaitan antara diagnostik penyakit dan pipeline pemuliaan. Beliau menjelaskan peran gen resistensi, seleksi sifat, serta gambaran penyakit target dalam pemuliaan cabai. Dilanjutkan dengan kuliah tentang pendekatan Marker-Assisted Selection (MAS) dan genotyping, yang menekankan penggunaan penanda molekuler seperti SNP dan SSR, validasi penanda, serta strategi seleksi dalam program pemuliaan.

Peserta kemudian mengikuti studi kasus mengenai penerapan resistensi penyakit pada cabai terhadap anthracnose, bacterial spot, dan virus. Dr. Barchenger menekankan tantangan adaptasi lapangan serta strategi implementasi pipeline seleksi. Diskusi terbuka bersama tim WorldVeg dan Faperta UGM memperluas perspektif peserta mengenai strategi deployment varietas serta sistem perbenihan yang berkelanjutan.

Praktikum laboratorium dipandu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. dan Prof. Ani Widiastuti (UGM), yang mengajarkan analisis penanda DNA berbasis PCR serta interpretasi hasil genotyping. Sesi dilanjutkan dengan latihan interpretasi data, menghubungkan hasil fenotipe dari disease screening dengan data genotipe. Peserta berlatih memilih garis tanaman yang resisten dan membuat keputusan pemuliaan berbasis data terpadu, difasilitasi oleh tim UGM dan WorldVeg.

Hari keempat ini menegaskan pentingnya integrasi antara diagnostik, pemuliaan, dan sistem perbenihan dalam menghasilkan varietas adaptif dan berdaya saing. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas peserta dalam pemuliaan tanaman berbasis teknologi molekuler, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur lewat penerapan teknologi molekuler dan marker-assisted selection dalam program pemuliaan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan varietas tahan penyakit yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM