
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan siswa dan guru dari SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro dalam rangka promosi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026 ini menjadi sarana bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peluang studi, fasilitas pendidikan, serta berbagai program akademik yang tersedia di UGM.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai Universitas Gadjah Mada oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai ragam jalur seleksi masuk UGM, pilihan program studi dari berbagai klaster keilmuan, serta berbagai fasilitas yang mendukung kehidupan akademik mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. juga membagikan kiat sukses bagi calon mahasiswa untuk meraih tujuan pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya membangun niat yang kuat, menetapkan cita-cita yang tinggi, serta berusaha secara maksimal dengan diiringi doa dan kerja keras dalam setiap proses yang dijalani.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai fasilitas yang dimiliki UGM, mulai dari layanan kesehatan, sistem keamanan kampus, asrama mahasiswa, fasilitas transportasi, hingga kemitraan yang dimiliki universitas baik di tingkat nasional maupun internasional. Sesi ini juga membahas alur seleksi masuk UGM serta berbagai program akademik yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier siswa.

Pada sesi berikutnya, Margi Asih Maimunah, S.P., M.Sc. Ph.D memperkenalkan profil Fakultas Pertanian UGM kepada para peserta. Pemaparan mencakup jajaran dekanat, komposisi tenaga pendidik beserta bidang keahliannya, capaian pemeringkatan fakultas di tingkat dunia, akreditasi nasional dan internasional, profil mahasiswa, program studi yang tersedia, serta fasilitas laboratorium yang menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa. Salah satu peserta menanyakan mengenai jalur penerimaan yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan karakteristik berbagai jalur seleksi yang tersedia, termasuk program International Undergraduate Program (IUP) yang memberikan pengalaman pembelajaran berwawasan global.
Topik lain yang mendapat perhatian adalah peran prestasi akademik dan nonakademik dalam proses seleksi berbasis rapor. Tim Fakultas Pertanian memberikan penjelasan mengenai pentingnya konsistensi capaian akademik sekaligus mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan dan kompetisi yang relevan.

Peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap atmosfer internasional di Fakultas Pertanian UGM. Menanggapi pertanyaan mengenai peluang mahasiswa dari luar negeri untuk belajar di Fakultas Pertanian, dijelaskan bahwa fakultas secara rutin menerima mahasiswa internasional dari berbagai negara, termasuk Jepang, yang tertarik mempelajari pertanian dan perikanan tropis Indonesia.
Pertanyaan mengenai menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian turut menjadi fokus diskusi. Menanggapi hal tersebut, Fakultas Pertanian UGM menjelaskan bahwa pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor yang sarat inovasi dan teknologi. Berbagai perkembangan seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pertanian presisi, analitik data, hingga konsep smart farming dan meta-farming membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian modern yang berkelanjutan.
Selain itu, peserta juga menanyakan hal-hal yang sering terlewat dalam proses penerimaan mahasiswa baru serta peluang mengikuti program internasional selama studi. Dalam sesi tersebut disampaikan pentingnya memperhatikan seluruh persyaratan administrasi dan akademik, termasuk menyiapkan dokumen pendukung serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada setiap jalur seleksi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pendidikan tinggi di bidang pertanian serta menginspirasi generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan sektor pertanian, pangan, dan sumber daya alam Indonesia melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi global. Kunjungan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan peran pendidikan dan inovasi pertanian dalam mendukung pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan informasi pendidikan tinggi, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta peluang pengembangan akademik dan internasional bagi calon mahasiswa; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi pertanian modern, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pertanian presisi, dan smart farming; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya memperluas akses informasi dan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bagi siswa dari berbagai daerah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan hubungan dan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, serta jejaring pendidikan nasional dan internasional.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM