
Rangkaian kegiatan Workshop Preparedness and Management of Huanglongbing (HLB) hari kedua pada Selasa, 21 April 2026 berlanjut dengan sesi lapangan, diskusi, serta lokakarya interaktif yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan petani inovator. Agenda ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit jeruk HLB sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Sesi lapangan dipandu oleh Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Pertanian UGM) yang mengajak peserta berdiskusi langsung mengenai praktik pengelolaan tanaman dan strategi pengendalian hama di lapangan. Setelah istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Fakultas Pertanian UGM) mengenai penyuluhan dan penyampaian informasi layanan hama serta praktik pertanian. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif antara penyuluh dan petani agar inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Ramli, petani inovator MORAGA, berbagi pengalaman tentang bagaimana peningkatan skala usaha pertanian memberi manfaat bagi petani untuk mengambil kendali lebih besar atas penjualan produk. Diskusi ini membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pemberdayaan petani dalam rantai nilai agribisnis.

Sesi tanya jawab kemudian mengalir ke lokakarya interaktif (FGD) yang dipandu oleh Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih, Steven Falivene, dan Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P. Peserta diajak mengidentifikasi kebutuhan sumber daya, peluang, dan potensi pengembangan usaha tani jeruk. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dalam sesi kelompok, sebelum ditutup dengan ringkasan temuan utama oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc., Ph.D., Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D., dan Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih.
Sesi kedua workshop ini memperkuat kontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim ACIAR Faperta UGM