
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kolaborasi dengan Pusat Inovasi dan Agroteknologi (PIAT) UGM dan EarthCare Foundation turut berperan aktif dalam penelitian mengenai persepsi budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik di Indonesia. Penelitian ini berlangsung pada Maret hingga April 2026 dengan melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari kelompok masyarakat, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta.
Penelitian ini dipimpin oleh tim riset lintas fakultas yang terdiri dari Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. (PIAT UGM), Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si. (Fakultas Pertanian UGM), Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Fakultas Pertanian UGM), Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Biologi UGM), Lidia Sari, S.P., M.Si. (Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman), Alimah Putri Milainia, S.P., M.Sc., Alifia Khairun Naswita, S.P., dan Nari Nawang Purbamandala, S.P. (Asisten Peneliti).

Dalam kegiatan ini, tim surveyor Faperta UGM melakukan pemetaan budidaya black soldier fly (BSF) di tiga lokasi representatif, yaitu Omah Maggot Jogja (masyarakat), PT. Hayuning Bhumi Makmur (swasta), dan Lapas Kelas II A Purwokerto (pemerintah). Survei dilakukan untuk menggali persepsi publik sekaligus menganalisis motivasi stakeholder dalam mengembangkan budidaya maggot.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh stakeholder memberikan respon positif terhadap budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Stakeholder masyarakat dan pemerintah cenderung menekankan aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas sosial, sementara stakeholder swasta lebih menonjolkan aspek profit di samping kepedulian lingkungan. Meski berbeda motivasi, ketiganya memiliki tujuan utama yang sama: melestarikan lingkungan dan mengurangi volume sampah organik.

Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber pakan maggot yang belum terpilah dengan baik, konflik sosial terkait penolakan tumpukan sampah, serta belum adanya regulasi khusus yang mendukung pengembangan budidaya maggot di masyarakat. Model budidaya yang telah dilakukan oleh stakeholder diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat luas untuk memulai praktik serupa.
Keterlibatan alumni Fakultas Pertanian UGM dalam riset ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi muda terhadap isu lingkungan. Nari dan Alifia selaku alumni yang terlibat dalam tim surveyor menyampaikan, “Selama kuliah, kami terbiasa terlibat dalam project hibah penelitian bersama dosen pembimbing akademik. Pengalaman itu mengasah kemampuan kami dalam menangani riset hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari penelitian PIAT UGM bersama lembaga internasional. Keterampilan yang diperoleh tidak hanya relevan di dunia akademik, tetapi juga aplikatif dalam dunia profesional, khususnya dalam pengolahan data, analisis, dan pengambilan keputusan berbasis riset”
Kegiatan riset ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Nari Nawang Purbamandala