
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Indonesian Seed Industry Leadership Forum 2026 di Eastparc Hotel, Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Forum ini diawali dengan Opening Ceremony dan Forum Framing yang berlangsung di The Grand Ballroom, Eastparc Hotel, sebagai bagian dari agenda resmi.

Dalam pembukaan, sambutan disampaikan oleh Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (PPUKS) yang menekankan pentingnya forum ini sebagai pusat inovasi. Fokus utama adalah membangun ekosistem inovasi agro dari hulu hingga hilir, dengan benih sebagai kunci keberhasilan budidaya pertanian. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga sosial budaya, rantai pasok, ekonomika, dan regulasi.

Dari Kementerian Pertanian, Ibu Ebi Rulianti, S.P., M.Sc. menyampaikan bahwa mempertahankan swasembada pangan lebih sulit dibandingkan mencapainya. Ketersediaan benih padi gogo baru mencapai 50% dari kebutuhan, sementara target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 2,6 juta ton. Untuk jagung pipil, kebutuhan benih sudah terpenuhi, namun kedelai, ubi-ubian, dan kacang-kacangan masih menghadapi kendala. Ia juga menyoroti terbitnya PERPU Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur ruang lingkup perbenihan, sertifikasi varietas lokal, standar SNI, serta sanksi bagi pelanggaran.
Pada sesi Forum Framing, Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P. menegaskan bahwa industri benih memiliki peluang besar dengan proyeksi kenaikan rata-rata 3% pada periode 2026–2034. Rantai nilai perbenihan, mulai dari penyediaan material hingga benih yang ditanam petani, menuntut keterlibatan semua pihak: regulator, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Tantangan yang dihadapi mencakup regulasi, biaya tinggi formulasi, kesenjangan antar-stakeholder, serta isu publik seperti pemalsuan benih dan perubahan iklim.
Forum ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, mencakup SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM