
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Sekolah Tani bertema “Penguatan Ketahanan Pangan melalui Praktik Pertanian Alami dan Berkelanjutan”. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) sebagai bentuk komitmen memperkuat kapasitas petani nahdliyin dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan perubahan iklim.
Workshop yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 ini diikuti lebih dari 70 peserta dari lima kabupaten/kota di DIY. Peserta terdiri dari petani, kelompok tani, pengurus LPPNU, serta masyarakat umum yang peduli terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya inovasi pertanian yang hemat biaya, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa tren pertanian global tengah bergeser menuju model budidaya ramah lingkungan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah penggunaan agen hayati untuk meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. Beliau juga memperkenalkan varietas unggul padi Gamagora, benih hasil riset UGM yang mampu tumbuh produktif baik di lahan sawah irigasi maupun tadah hujan.
Sementara itu, Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, S.Pd.I., M.Si., menekankan bahwa mayoritas petani Indonesia merupakan warga nahdliyin. Oleh karena itu, PWNU DIY memandang penguatan sektor pertanian sebagai tanggung jawab moral dan sosial organisasi. Program Sekolah Tani tidak berhenti pada kegiatan workshop semata, tetapi akan ditindaklanjuti dengan pembentukan demplot (demonstration plot) yang dikelola masyarakat dengan pendampingan pakar perguruan tinggi.
Penyelenggaraan Sekolah Tani ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman krisis pangan global maupun nasional. Pertumbuhan populasi mendorong kenaikan permintaan pangan, sementara di tingkat regional DIY menghadapi penyusutan lahan akibat alih fungsi. Data BPS menunjukkan laju alih fungsi lahan sawah di DIY mencapai rata-rata 2,19% per tahun dalam periode 2013 – 2020. Kondisi ini diperparah oleh krisis regenerasi petani serta dampak perubahan iklim.
Melalui program ini, PWNU DIY dan Fakultas Pertanian UGM berupaya membangun strategi kemandirian pangan berbasis inovasi teknologi aplikatif. Tujuan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitigasi risiko on-farm dan off-farm, penguatan praktik pertanian efisien dan berkelanjutan, peningkatan literasi dampak inflasi terhadap kehidupan petani, serta pemahaman arah kebijakan pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
Materi dan diskusi interaktif difasilitasi oleh Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. dan Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan pupuk hayati berbasis mikroba dengan metode sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan secara mandiri.
Program Sekolah Tani ini dirancang dalam dua tahap. Setelah sesi pertama, kegiatan akan berlanjut pada 5 Maret 2026 dengan fokus pada “Inovasi Budidaya Padi Gamagora”, varietas unggulan hasil riset UGM yang dikenal dengan kecepatan panen dan produktivitas tinggi. Dengan dimulainya tahap pertama ini, Faperta UGM berharap inovasi hasil riset universitas dapat segera diadopsi oleh masyarakat tani, sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Pelaksanaan Sekolah Tani ini menunjukkan kontribusi nyata Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM