
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi memperluas jejaring internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dengan School of International Relations/Research School for Southeast Asian Studies (RSEAS), Xiamen University, China. Penandatanganan dilakukan pada 12 Juni 2026 di Xiamen University oleh Prof. Jaka Widada, Ph.D. selaku Dekan Faperta UGM dan Prof. GAO Yanjie selaku Dekan RSEAS Xiamen University.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting setelah fondasi kemitraan kedua universitas dibangun melalui MOU sejak 2019 dan diperbarui pada 2025. Melalui MOA yang berlaku lima tahun, kedua institusi berkomitmen memperkuat riset di bidang hubungan Indonesia–China, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan sosio-ekonomi pedesaan.

Kolaborasi ini mencakup tiga dimensi utama. Pertama, pertukaran akademik, yang memfasilitasi kunjungan jangka pendek dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam seminar, kuliah umum, serta forum ilmiah internasional. Kedua, kolaborasi riset terintegrasi, berupa penelitian bersama, pengajuan pendanaan lintas negara, dan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi global. Ketiga, capacity building, melalui program pelatihan bersama bagi staf teknis dan peneliti, serta berbagi praktik terbaik untuk mendorong kemajuan sektor pertanian berkelanjutan.

Dalam dokumen perjanjian, kedua pihak menegaskan bahwa setiap aktivitas turunan, seperti proyek riset spesifik atau pemanfaatan hak kekayaan intelektual, akan diatur lebih detail melalui Implementing Agreement. Langkah ini memastikan kerja sama tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menghasilkan kontribusi nyata bagi dunia akademik dan masyarakat luas di Indonesia maupun China.
Prof. Jaka Widada menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Faperta UGM dalam meningkatkan kapabilitas akademik, memperkuat inovasi riset, dan menghadirkan solusi atas tantangan global, khususnya ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.
Kerja sama ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran akademik, kolaborasi pendidikan, dan capacity building; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan riset pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi, dan pengembangan ekonomi pedesaan berbasis ilmu pengetahuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi riset, pengembangan teknologi, dan hilirisasi inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan riset agroekosistem dan solusi pertanian berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik internasional, penelitian kolaboratif, dan kemitraan strategis.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM