
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu pada Kamis, 15 Oktober 2026 bertajuk “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan” dengan menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sebagai pembicara utama. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Peternakan UGM.
Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen. Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas, serta sejumlah pejabat dan mitra strategis dari Kementerian Pertanian, BULOG, PT Pupuk Indonesia, dan berbagai organisasi profesi.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi sentral dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi rantai pasok pangan dunia. Oleh karena itu, percepatan pembangunan pertanian perlu didukung melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, hilirisasi komoditas, dan penguatan sumber daya manusia pertanian.
Dalam kuliah tamu tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menekankan pentingnya regenerasi sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang dan peluang yang lebih luas untuk berkontribusi dan berinovasi.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada generasi muda. Sebagai generasi yang lebih senior, sudah seharusnya kita membuka peluang dan mendukung mereka untuk berkembang. Jika tidak ada dukungan dan ruang bagi generasi muda, maka tidak akan ada regenerasi yang dapat membawa perubahan,” tegas Menteri Pertanian di hadapan peserta kuliah tamu.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam berbagai strategi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Beragam isu yang mengemuka meliputi regenerasi petani, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga peluang inovasi teknologi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan pertanian. Turut hadir Direktur Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., para tenaga ahli Menteri Pertanian, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan BULOG, PT Pupuk Indonesia, serta berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung pembangunan pertanian nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa terhadap tantangan dan peluang sektor pertanian sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi yang berkontribusi pada terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Kuliah tamu ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas pertanian, dan percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan wawasan, pengetahuan, dan kapasitas mahasiswa mengenai kebijakan pembangunan pertanian, inovasi teknologi, serta tantangan sektor pertanian nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dorongan regenerasi petani, pemberdayaan generasi muda, pengembangan peluang kerja di sektor pertanian, dan peningkatan daya saing ekonomi pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan modernisasi pertanian, penerapan inovasi teknologi, dan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah produk pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan pengembangan sistem produksi pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara lebih efisien; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta pengembangan strategi pembangunan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM, Fadel Gama Putrra (DKRG UGM)