
Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), sukses menyelenggarakan MICROLINK 2026 di Agrotropica Learning Center (AGLC), Rabu, 19 Agustus 2026. Mengusung tema “Connecting Students to Global Opportunities”, kegiatan ini diikuti oleh 525 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk UGM, UNY, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Amikom, UII, STIE YKPN, UMY, Universitas Terbuka, hingga SMA 3 Yogyakarta.MICROLINK 2026 menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai pendidikan internasional, peluang beasiswa, serta pengembangan karir global. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00–15.30 WIB, menghadirkan perwakilan universitas internasional dari Selandia Baru, Kanada, Australia, dan Singapura. Di antaranya University of Otago, Thompson Rivers University, University of British Columbia, Griffith University, The University of Queensland, dan National University of Singapore (NUS).

Kehadiran mereka membuka akses informasi langsung mengenai pilihan studi, lingkungan akademik, serta peluang pendidikan internasional yang dapat dipertimbangkan mahasiswa untuk jenjang berikutnya.
Sesi kedua, Scholarship Tips and Tricks, menghadirkan enam dosen muda Departemen Mikrobiologi Pertanian yang telah menempuh pendidikan di berbagai negara. Mereka berbagi pengalaman mengenai strategi memperoleh beasiswa, persiapan studi, hingga tantangan adaptasi di luar negeri.

Universitas asal narasumber meliputi Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Shizuoka University (Jepang), The University of Queensland (Australia), Kyungpook National University (Korea Selatan), dan University of York (Inggris).
Sesi ini memberikan gambaran nyata bahwa kesempatan studi internasional dapat diraih melalui persiapan matang, mulai dari pemilihan universitas tujuan, peningkatan kemampuan bahasa, hingga strategi aplikasi beasiswa.
Sesi terakhir menghadirkan Surya Dwi Kusuma Darpita, S.P., M.S.M., PHRI, alumni Mikrobiologi Pertanian UGM (2007) dengan pengalaman lebih dari 13 tahun di bidang kepemimpinan Human Resources.
Surya berbagi perspektif praktis mengenai pengembangan karir global, termasuk pentingnya kompetensi komunikasi, kepemimpinan, adaptasi, jejaring, dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan pengalaman memimpin strategi rewards and performance untuk lebih dari 17.000 karyawan di kawasan Asia-Pasifik, ia menekankan bahwa kesiapan karir global tidak hanya bergantung pada prestasi akademik, tetapi juga keterampilan personal dan profesional.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap peluang internasional. MICROLINK 2026 menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, universitas, alumni, akademisi, dan praktisi global.
Menurut Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., Ketua Program Studi Mikrobiologi Pertanian sekaligus Ketua Panitia MICROLINK 2026, kegiatan ini merupakan upaya membuka akses lebih luas bagi mahasiswa terhadap jejaring dan peluang global. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Interest Education dalam penyelenggaraan acara ini.
Sementara itu, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D., Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian, menegaskan bahwa MICROLINK 2026 sejalan dengan komitmen departemen dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa.
Penyelenggaraan MICROLINK 2026 juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses terhadap informasi mengenai pendidikan internasional, beasiswa, dan peluang studi di berbagai universitas global; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan wawasan karier global serta pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses mahasiswa terhadap informasi dan jejaring pendidikan serta peluang pengembangan diri di tingkat global; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, praktisi, lembaga pendidikan internasional, dan berbagai pemangku kepentingan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM