
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumandur melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 di Kampung Jurugsari RW 57, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya tingginya volume sampah rumah tangga yang didominasi oleh sampah organik. Penumpukan sampah yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mengurangi kenyamanan hidup.

Melalui inovasi Smart Compost Vessel, Tim PKM-PM Tumandur memperkenalkan teknologi pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (liquid biofertilizer). Produk ini tidak hanya membantu masyarakat mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memberikan nilai tambah dengan mendukung pertanian pekarangan sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 16 peserta dari Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari, serta dihadiri oleh Bapak Purwoko selaku Ketua RW 57, Ibu Rini selaku Ketua PKK Kampung Jurugsari, Retnaningsih selaku Dukuh Joho, Apri Nugroho selaku perwakilan Kalurahan Condongcatur, serta Tim PKM-PM UGM.
Tim PKM-PM Tumandur terdiri atas Siti Nur Khasanah (Ilmu Tanah 2024), Rayhan Arva Pradipa (Pariwisata 2024), Nafi’atush Sholikhah (Ilmu dan Industri Peternakan 2023), Vina Ayu Lestari (Elektronika dan Instrumentasi 2023), serta Naafianda Ra’uuf Prastya (Bahasa Inggris 2024), dengan bimbingan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Fakultas Peternakan UGM.
Ketua Tim, Siti Nur Khasanah, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai sarana belajar bersama masyarakat. “Kami berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran dalam mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat bagi lingkungan dan pekarangan rumah,” ujarnya.
Ibu Rini menyampaikan apresiasi atas persiapan matang yang dilakukan Tim PKM-PM UGM dan berharap program ini bisa terus berlanjut. Dukungan serupa juga datang dari Bapak Purwoko, Ibu Retnaningsih, serta Apri Nugroho, yang menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat agar program dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif mengenai mekanisme pengolahan sampah organik, penggunaan Smart Compost Vessel, hingga pemanfaatan pupuk cair untuk budidaya tanaman pangan di pekarangan rumah.
Program Tumandur mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pertanian pekarangan dan pemanfaatan pupuk organik cair, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengelolaan lingkungan yang lebih sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan Ibu-Ibu PKK sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pengurangan timbulan sampah rumah tangga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan pupuk organik yang mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi akademisi dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan, ketahanan pangan keluarga, serta kesejahteraan sosial di Kampung Jurugsari.
Penulis: Nafi’atush Sholikhah, Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Rayhan Arva Pradipa