
Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.
Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.
Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Lentera DESA