
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus memperkuat jejaring internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui finalisasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Pertanian UGM dan Industrial Crops Institute, Heilongjiang Academy of Agricultural Sciences (ICI-HAAS), China, yang berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. selaku dosen dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan atas undangan ICI-HAAS sebagai tindak lanjut proses penyusunan kerja sama yang telah diinisiasi sejak tahun 2025.

Penyusunan MoU tersebut dikawal oleh Prof. Ani Widiastuti bersama Dr. Guo Mei, peneliti ICI-HAAS yang juga menjadi rekan kolaborasi dalam komunitas peneliti penyakit hawar daun kentang internasional AsiaBlight, sebuah jejaring regional terbuka dan nirlaba yang menghimpun peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk mengendalikan dan mengelola penyakit hawar daun kentang (potato late blight) yang disebabkan oleh Phytophthora infestans.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan tersebut, kedua institusi berkomitmen memperluas peluang kolaborasi, terutama pada pengembangan riset penyakit hawar daun kentang serta program pemberdayaan petani di Indonesia dan China.

ICI-HAAS merupakan salah satu institusi riset pertanian terkemuka di China yang memiliki fokus pada komoditas strategis seperti kentang, rami, bunga matahari, kacang tanah, jagung khusus, tanaman herbal, serta pengembangan varietas unggul, teknik budidaya, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Dengan karakteristik keilmuan yang saling melengkapi, kerja sama ini membuka peluang pengembangan riset yang lebih luas di bidang pertanian dan perlindungan tanaman.

Selama kunjungan tersebut, Prof. Ani Widiastuti mempresentasikan berbagai kegiatan penelitian yang dikembangkan di Fakultas Pertanian UGM, termasuk presentasi ilmiah berjudul Harnessing UV-B Light for Plant Defense Priming in Horticultural Crops against Fungal Pathogen Infection. Topik tersebut mendapat perhatian dan respons positif dari para peneliti ICI-HAAS karena dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan strategi perlindungan tanaman yang lebih ramah lingkungan.
Selain kegiatan akademik, kunjungan juga diisi dengan pengamatan lapangan pada lahan penelitian kentang milik ICI-HAAS. Bersama Dr. Guo Mei, Prof. Ani Widiastuti mengamati respons berbagai varietas kentang terhadap serangan Phytophthora infestans, patogen penyebab penyakit hawar daun kentang yang menjadi salah satu ancaman utama produksi kentang di berbagai negara. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan varietas tahan penyakit dan strategi pengelolaan penyakit yang berkelanjutan.
Diskusi antara kedua peneliti juga menghasilkan sejumlah rencana kolaborasi lanjutan, termasuk pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani dalam melakukan diagnosis dini penyakit kentang dan penerapan teknik pengelolaan penyakit yang efektif. Program ini diharapkan dapat mulai dikembangkan dalam waktu dekat sehingga hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani.
Menurut Prof. Ani Widiastuti, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian internasional menjadi penting dalam menjawab tantangan pertanian global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas negara memungkinkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman yang dapat mempercepat lahirnya inovasi pertanian yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui kerja sama dengan ICI-HAAS, Fakultas Pertanian UGM semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperluas kontribusi global sekaligus menghasilkan solusi berbasis sains untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Kolaborasi ini turut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kerja sama akademik internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi perlindungan tanaman; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui upaya pengembangan praktik perlindungan tanaman yang mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi internasional antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.