
Sebagai upaya pengenalan bidang studi pertanian dan perikanan sekaligus wirausaha, mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada diberikan keterampilan pembuatan jarrarium pada hari kedua rangkaian PIONIR Organik 2026. Agenda workshop ini menghadirkan edukasi mengenai seni merangkai tanaman hias dan biota air hias di dalam wadah yang tak hanya mengajarkan prinsip keberlanjutan ekosistem dan pemanfaatan barang bekas, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ide wirausaha bernilai ekonomis.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, hari kedua PIONIR Organik 2026, yang berlangsung selama 1,5 jam. Workshop ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dalam pelaksanaannya, panitia PIONIR Organik 2026 bekerja sama dengan Klinik Agromina Bahari (KAB) yakni badan semi independen berbasis kelompok studi riset pertanian dan perikanan di Fakultas Pertanian UGM sebagai pemateri. Guna menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan, lokasi pos pematerian dibagi menjadi 10 titik pos yang tersebar di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Seluruh lokasi pos yang digunakan berada di area yang rindang oleh pepohonan maupun area beratap untuk memastikan peserta terlindungi dari panas terik sinar matahari.

Dalam sesi workshop ini, peserta menerima penjelasan mengenai jarrarium, yakni konsep akuarium mini dalam wadah jar yang mengkolaborasikan ekosistem perikanan dan pertanian. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep dasar, keunggulan dan kekurangan sistem, tata cara pembuatan, hingga panduan perawatan berkelanjutan seperti pengaturan pencahayaan dan kebersihan wadah. Secara teknis, peserta diajarkan menyusun substrat berlayer menggunakan pasir silika di lapisan dasar dan batu koral pancawarna di lapisan atasnya. Vegetasi air yang digunakan terdiri dari empat varietas tanaman, yaitu Pegagan (Centella asiatica), Ludwigia sp., Red Rotala (Rotala sp.), dan Aromatika pot, yang ditanam presisi sebelum diisi air dan ditambahi biota berupa ikan hias atau udang hias. Pemilihan materi ini didasari atas filosofi pemanfaatan sumber daya sekitar dan edukasi daur ulang, sebagaimana sebuah wadah yang dipadukan dengan makhluk biotik sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup. Selain menjadi media edukasi mengenai keseimbangan ekosistem, jarrarium yang dihasilkan juga memiliki daya tarik estetis yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha tanaman hias bernilai ekonomis.

“Pemilihan workshop jarrarium dengan tema ‘Simfoni Nuansa Asri, Menenun Harmoni Ekosistem dalam Ruang’ menjadi agenda pengenalan bagi mahasiswa baru terkait salah satu sisi keilmuan di Fakultas Pertanian, khususnya mengenai tanaman hias. Hal ini disesuaikan dengan tema besar PIONIR Organik 2026 sebab hasil jarrarium ini mampu menjadi produk bernilai ekonomis yang berpotensi dikembangkan menjadi ide wirausaha.” ujar Osa.
Pelaksanaan workshop diawali dengan sesi pemaparan materi oleh pemateri mengenai konsep dasar jarrarium, yang disusul dengan demonstrasi tata cara perangkaian komponen jarrarium. Setelah sesi demonstrasi selesai, peserta diberikan alokasi waktu untuk merangkai jarrarium secara mandiri. Sepanjang jalannya kegiatan, peserta tampak sangat antusias dan interaktif. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemeliharaan jarrarium maupun potensi pengembangan integrasi sektor pertanian dan perikanan. Rasa puas dan bangga terlihat jelas saat para peserta mengabadikan momen bersama karya yang berhasil dibuat. Jarrarium tersebut juga dibawa pulang oleh peserta sebagai buah tangan serta wujud apresiasi dari agenda hari kedua PIONIR Organik 2026.
Kegiatan workshop jarrarium menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.
Penulis: Salsabil Karima Swasono
Editor: Tantriani
Foto: DDD PIONIR Organik 2026