
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada membekali mahasiswa pascasarjana calon peneliti melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium. Langkah ini dilaksanakan untuk meminimalisasi berbagai potensi bahaya fisik hingga human error sekaligus menjamin kelancaran riset dan keakuratan data penelitian. Pembekalan dilakukan secara komprehensif melalui penyampaian regulasi teknis, pemaparan materi Good Laboratory Practice, serta simulasi praktik langsung (hands-on) pemipetan bersama mitra spesialis instrumen laboratorium

Agenda pelatihan K3 dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2026, berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berada di Gedung Agrotropica Learning Center (AGLC) Faperta UGM, tepatnya di ruang Classroom 5 & 6 yang terletak di Lantai 1. Pelatihan ini merupakan pelaksanaan kedua kalinya di tahun 2026 yang difungsikan sebagai sesi pengenalan wajib bagi para calon peneliti sebelum resmi memanfaatkan fasilitas laboratorium AGLC.

Fokus kegiatan ini untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara beraktivitas yang aman dan selamat bagi para calon peneliti. Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni Keselamatan Kerja yang dibawakan oleh Manajer AGLC Faperta UGM, Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., IPM., serta materi Good Laboratory Practice oleh Wakil Manajer AGLC, Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. Kegiatan ini juga memuat penyampaian regulasi teknis di dalam laboratorium serta fasilitas praktik langsung (hands-on) pemipetan yang dipandu oleh Infiniti Bioanalitika Solusindo sebagai mitra spesialis instrumen laboratorium.

“Harapannya dalam setiap proses penelitian nantinya mahasiswa dan pengguna laboratorium lainnya mampu berkolaborasi bersama mengoptimalkan segala fasilitas yang tersedia di AGLC Faperta UGM, juga nantinya ketika dalam proses pelaksanaan penelitian dapat berjalan dengan aman dan data-data penelitiannya tercatat dengan rapi.” tutur Prima.
Mengingat adanya potensi bahaya di dalam laboratorium, mulai dari risiko fisik, kimia, biologi, hingga ergonomi yang dapat dipicu oleh human error maupun faktor lingkungan teknis, maka pelatihan menjadi penting dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran peneliti kembali. Kesadaran akan keselamatan tidak hanya melindungi diri sendiri, lingkungan, dan instrumen laboratorium, tetapi juga membentuk sikap ilmiah. Melalui pemahaman regulasi dan K3 yang matang, diharapkan dapat menjalankan riset secara aman sehingga mampu menghasilkan data ilmiah yang akurat dan valid.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengurangi risiko kecelakaan serta paparan bahaya di laboratorium; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan teknis calon peneliti; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan kesadaran terhadap pengelolaan bahan dan limbah laboratorium agar tidak mencemari lingkungan dan sumber daya air; SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui penggunaan bahan, instrumen, dan sumber daya laboratorium secara tepat, aman, dan bertanggung jawab; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM dan mitra spesialis instrumen laboratorium dalam penguatan kompetensi teknis.
Melalui pelatihan yang dilakukan secara berkala dan terstandar, Faperta UGM terus memperkuat budaya keselamatan, profesionalisme, dan integritas penelitian. Pembekalan ini diharapkan menjadi fondasi bagi para calon peneliti untuk menjalankan penelitian secara aman, bertanggung jawab, dan berstandar sehingga mampu menghasilkan data ilmiah yang berkualitas dan dapat dipercaya.
Penulis: Salsabil Karima Swasono
Editor: Tantriani
Foto: Unit Media Faperta UGM