
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan menggelar panen perdana melon hibrida premium hasil riset internal pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Greenhouse Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM ini menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Acara panen perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran rektorat Universitas Gadjah Mada, dipimpin oleh Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. selaku Rektor UGM. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap berbagai produk inovasi berbasis riset yang lahir dari kreativitas civitas akademika di lingkungan fakultas.

Salah satu tim dosen pengembang varietas, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pada panen perdana kali ini terdapat 2 (dua) varietas hibrida premium yang dirilis ke publik.
“Dua varietas hibrida premium ini dirancang memiliki keunggulan utama pada cita rasa buah yang sangat manis serta tekstur daging yang renyah (crunchy). Karakteristik ini disesuaikan dengan preferensi pasar buah premium saat ini,” ungkapnya di sela-sela aktivitas petik buah.

Momen petik bersama melon hibrida premium ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan seremonial tahunan fakultas. Lebih dari itu, agenda ini merupakan titik krusial dari proses hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat menyentuh masyarakat luas.

Melalui hilirisasi ini, Faperta UGM berharap teknologi budidaya dan varietas benih melon hibrida premium dapat segera diadopsi secara luas oleh petani maupun pelaku industri pertanian di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan petani. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penyediaan produk hortikultura berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui implementasi hasil riset dan inovasi dalam pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil penelitian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan teknologi budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat adopsi inovasi pertanian.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM